Wednesday, 9 February 2011

Jalan Jiwa

DERU DEBU

Jalanan itu kian sunyi, seolah-olah mewakili kesunyian hatiku, hanya sekali-kali tampak pengguna jalan yang lain menyapa dalam kebekuan hati di tengah kabut malam hari. rindu itu masih tercium juga. tak pernah diriku merasa seperti ini. bagaikan nisan yang lama tak dikunjungi. berdo'a untuk penghuninya.
Betapa sulitnya menahan gejolak perasaan ini.perlahan tapi pasti pendaman perasaan ini akan terkuak juga. meski kau tak pernah mengerti. entah dengan cara bagaimana engkau akan memahami kilatan cintaku. aku tak peduli pabila engkau menolakku.
Aku sangsi apakah rindu dan cintaku akan terbayar oleh rindu dan cintamu.malam-malamku terasa panjang dan melelahkan, menanti satu kata yang entah kau ungkapkan atau justru kau hapuskan.deras.... andai aku dapat menunjukkan mimpiku dalam kehadiranmu, aku tak kan sesunyi ini. kalau bukan karena tuhan, akan bergoncanglah bumi tempat ku berpijak karena cintaku.  

1 comment:

  1. Jejak Jejak Jiwa ku terhapus oleh hempasan Deru Debu-MU

    ReplyDelete