Thursday, 3 March 2011

AMAL dan HATI


"Amal yang diterima itu, akan diangkat oleh Allah dan akan disembunyikan darimu agar kamu tidak merasa ujub dan riya. Ilaihi yas'adul kalimuth thoyyibu wal 'amalush sholihu yarfa'uh" 
Tidak ada amal yang lebih diharapkan kecuali sirnanya amal itu, tetapi manusia harus dalam keadaan terus beramal. Amal yang baik dan diterima itu adalah amal yang kamu merasa tidak melakukan amal, yang terpenting bukan wujudnya amal itu, tetapi ketundukkan hatimu terhadap perintah Allah dan hati tidak diperbudak oleh amalmu sendiri, karena amal bisa menjadi hijab dari Allah. Kalo hati bisa lepas dari menghitung amal maka dia selalu bersama Allah tidak bersama dirinya sendiri. Biarlah amal itu yang tampak di hadapan orang lain, bukan karena keinginan dirimu yang beramal dilihat orang banyak. Hati akan rela kalo amal yang sama dilakukan oleh orang lain, tidak terbujuk oleh kebanggaan pada amalnya itu. Amal yang diharapkan oleh hati adalah amal yang tidak tampak di dalam hati. Banyak orang terutama dari kalangan ahli tasawwuf yang tertipu oleh amalnya sendiri. Justru orang yang beramal itu tidak peduli dengan amalnya itu, kalo dia melihat amalnya maka amalnya itu akan rusak (tidak diterima) seperti orang naik sepeda yang tidak melihat sepedanya sendiri, jika dia melihat sepedanya maka akan terjadi tabrakan. Syarat amal diterima adalah amal yang selamat dari perusak amal dengan mencurigai nafsu yang meminta haknya atau melihat kesembronoannya. Hilangnya penyaksian terhadap amal yang telah dilakukan dan hati tidak menghitung-hitung amalnya itu. Amal itu termasuk sesuatu selain Allah. Jadi amal yang sudah tidak diperhitungkan menjadikan hati baik dan lepas dari keburukan hati (dipuji dan dihina). Kalo orang itu sudah tenggelam dalam amalnya maka dia akan selalu bersama Allah. Bukan bagaimana seseorang melakukan amal tetapi bagaimana amal itu menampakkan kebesaran Allah. Bukan bagaimana seseorang membaca sholawat, tetapi bagaimana sholawat itu dapat tersiar   di muka bumi. Jadi bagaimana caranya agar cahaya Allah bisa tampak di mana-mana. Sydn Ali bin Husein berkata : kullu syain min af'alika idzat tasholat bihi ru'yatuka fadzalika dalilun 'ala annahu la yuqbalu minka.

No comments:

Post a Comment